Diary - What I'm Doing

What I’ve been up to lately

Finally… bener-bener blog baru. Saya beranikan diri membuat blog di WordPress kali ini karena ingin mencoba ‘kebebasan‘ WordPress dan ‘membuka lembaran baru‘ โ€“lagi. Tahun ini adalah kekacauan lain yang terjadi seperti tahun-tahun yang sudah berlalu, dan beberapa kejadiannya sudah saya simpan di blog yang lama. Jadi mungkin hal baru yang bisa saya tambah untuk diceritakan adalah bahwa saya sangat sibuk tahun ini. Sekolah dan kuliah ternyata menguras banyak sekali energi. Bahkan sepertinya sudah lama saya nggak masak di rumah.

Jadi, kalau ditanya saya ngapain aja belakangan ini? Saya sekolah, dari Senin sampai Jumat, kadang Sabtu juga. Dari jam 5.45 pagi sampai jam 5 sore. Dan begitu sampai rumah saya sudah kehabisan energi. Kadang kalau sudah sangat lelah, saya langsung tidur dan bangun hanya untuk shalat lalu lanjut tidur lagi sampai pagi. Weekend saya habiskan hanya untuk kuliah, dari pagi sampai sore. Kadang malam juga masih ada kelas kalau kebetulan dosen berhalangan hadir di siang hari.

Kadang kalau sudah lelah dengan sekolah, rasanya ingin sekali resign lagi dan kembali ke rumah. Tapi karena sekarang saya malah kuliah, saat ini setidaknya saya harus bertahan sampai lulus untuk bisa resign. Itupun kalau nanti masih ada keinginan resign. Biaya kuliah harus saya tanggung sendiri soalnya. Haha๐Ÿ˜‚ Suami hanya membantu kalau dia lagi bagus moodnya. Untung saya kuliah di Gontor yang biayanya murah nggak masuk akal.

Sudah beberapa kali juga saya mencoba lebih organized. Tapi lagi-lagi, gagal. Sepertinya saya memang punya penyakit malas yang harus segera diterapi. Kronis sekali rasanya. Entah sudah yang keberapa kali saya memubazirkan notebook fancy hanya untuk diabaikan setelah diisi selama sebulan.

Mungkin karena rutinitas membosankan ini juga yang membuat saya malas untuk mengisi journal dan blog. Setiap hari yang saya lakukan hanya mengajar dan kelelahan, dan saya tidak ingin mengisi blog dengan keluhan-keluhan. Padahal kan tidak ada yang melarang saya mengeluh di blog?! Justru di sini saya bisa cerita bebas. Saya bisa cerita betapa bebalnya murid-murid saya yang tidak pernah antusias belajar bahasa Arab. Atau tentang kesalnya saya ketika dicuekin suami, dan cerita-cerita lainnya. Tidak perlu tulisan panjang, dan tidak perlu teratur, karena sekarang cerita yang teratur sudah jadi benchmark AI generated content.


๐Ÿ‘† That was a really great affirmation up there. ๐Ÿ‘†

Jadi, rencana untuk blog ini adalah tentu saja tetap sama seperti yang sudah-sudah. Jadikan ini sebagai digital diary, dan semoga kali ini benar-benar langgeng sampai tua. Say, ุขู…ูŠู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู†

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *